Kamis, 18 Februari 2010

PolMark Indonesia

Setelah sekian lama menjadi PNS, akhirnya Eep Saefulloh Fatah menceburkan diri dalam 'dunia bisnis' dengan meluncurkan perusahaan konsultan PolMark Indonesia. Dengan maksud untuk berperan aktif mengoptimalkan marketing politik yang menurut Jusuf Kalla belum menemukan orientasi.
Dengan bertahun-tahun menjadi pengamat politik, mempunyai jaringan luas di jagad perpolitikan Indonesia ditambah dukungan keluarga yang lama berkecimpung di dunia media jurnalistik, sepertinya PolMark tidak akan kesulitan mendapatkan 'klien'. Apalagi kabarnya sudah bekerjasama dengan lembaga riset nasional yang sering menjadi acuan dunia marketing di Indonesia.
Mudah-mudahan PolMark Indonesia benar-benar menanamkan pernyataan Jusuf Kalla sebagai cambuk keberhasilannya. "Politik di Indonesia masih menunjukkan nafsu berkuasa" (JK)
Selamat...

Selasa, 16 Februari 2010

FACEBOOK KINI...

Diberitakan dengan semarak seorang gadis belia nekat mendatangi rekan yang dikenalnya via facebook karena tampilan luar yang menarik hatinya. Di lain hari muncul berita seorang penipu cantik mencari korbannya lewat jaringan sosial yang telah memukai banyak orang dibelahan dunia ini. Belum lagi berita protitusi yang beromzet ratusan juta memakai layanan ini.
Jelas berita-berita itu tidak akan menyurutkan masyarakat untuk terus berhubungan, berkomunikasi kadang pula bertukar pengetahuan dengan rekan-rekannya. Nilai plus tampaknya lebih besar dari nilai negatif yang dilahirkan dari jejaring pertemanan ini.
Ada yang sedikit mengganggu adalah bersamaan dengan itu pemerintah lewat Kemkominfo sedang melakukan sosialisasi RUU Konten Multimedia dimana menurut beberapa pihak akan mengkebiri kebebasan berekspresi di dunia maya. Perkiraan mereka, penyelenggara jasa internet (ISP) bisa dijadikan pihak yang paling bersalah apabila didapati hal2 yang dilarang oleh RUU tersebut.
Mudah-mudahan soosialisasi RUU ini tidak berhubungan dengan maraknya berita2 (negatif) di atas. Karena menurut penulis masih banyak cara untuk menyukseskan RUU tersebut. Dan yang lebih penting rakyat akan menerima sesuatu yang baik untuk tujuan yang baik pula.

Senin, 08 Februari 2010

KEBO...

Kerbau merupakan nama hewan peliharaan yang kerap membantu petani untuk menggarap sawahnya sebelum ditanami. Perannya yang dominan jelas sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang kadang hanya memiliki sawah sepetak 'cukup untuk hidup' istilahnya. Binatang ini menjadi 'animal of the week', karena aksinya di bundaran HI mendapat respon negatif dari SBY.
Persepsi merupakan senjata utama untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan kita dalam bertindak. Apapun yang dapat langsung masuk ke jantung hati konsumen, asal tidak dengan cara memaksa merupakan kebanggaan marketer dalam menjajakan produk dan jasanya. Satu langkah terlewati istilahnya.
Untuk melawan pihak yang terang2an di atas angin, jelas diperlukan tingkat kreatifitas yang tinggi untuk 'membujuk' masyarakat berpihak kepada kita. Asal tidak dengan melakukan tindak kekerasan yang massive, sah2 saja kita mempergunakan 'tool' yang ada di sekitar untuk meraih hati masyarakat kita. Bravo SileBaY...

Senin, 01 Februari 2010

KOIN UNTUK SIAPA...

Salah satu cara untuk ikut merasakan perasaan seseorang terhadap masalah yang sedang dihadapinya yakni dengan berderma semampu kita. Menurut kutipan orang orang bijak, berapa pun nilainya jangan diukur dari nominal tapi nilailah dari sisi kemanusiaan.
Koin peduli prita merupakan awal dari perhatian masyarakat luas yang tergugah dengan 'rasa ketidakadilan' yang dianggap telah menjadi 'penyakit bersama' masyarakat terhadap dunia kedokteran dalam hal ini institusi rumah sakit. Hal ini berlanjut dengan Koin cinta Bilqis, yang mana ditujukan untuk membantu biaya operasi Bilqis kurang lebih 1 milyar.
Koin jelas merupakan simbol ketidakmampuan, simbol ketidakperdayaan bahkan kadang kala merupakan simbol kemiskinan. Apapun yang menyertai koin sering kali bermakna kecil, recehan.
Kita sepertinya diajarkan untuk terus meminta2 apabila terkena masalah, bukannya berusaha sekeras mungkin untuk lepas dari masalah tersebut. Tangan dibawah jelas bukan perilaku yang harus terus menerus kita dukung, karena hal tersebut jelas akan membuat bangsa kita makin kecil, recehan dan berserak-serakan dimana-mana tanpa arti...

Jumat, 15 Januari 2010

HARIMAN SIREGAR

Tokoh utama peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari, Hariman Siregar hingga hari ini masih dengan lantang meneriakkan protes2 kepada pemerintah yang dia nilai telah gagal menjalankan mandat rakyat. Hariman dengan Indemo (Indonesian Democracy Monitor)nya terus berusaha menyakinkan rakyat bahwa pemerintahan yang ada sekarang terlalu berlebihan dalam menilai kinerja mereka yang diklaim memuaskan. Jelas terlihat bahwa pemerintah sekarang tidak efektif.(Kompas.com)
Peristiwa Malari yang hingga kini masih terus diperingati, merupakan rekam jejak Hariman yang peduli dengan rakyat banyak. Walaupun ada 'bisik2' yang menyatakan bahwa gerakan mahasiswa waktu itu hanya permainan tingkat elite, tetapi jelas bahwa nahasiswa tidak ingin Indonesia dikuasai oleh modal asing (Jepang-red)
Dilihat dari kondisi sekarang, maka perjuangan itu masih sangat relevan dengan makin sulitnya masyarakat sekarang menghadang produk2 luar. Pemerintah jelas harus bertanggung jawab dengan kondisi ini. Masalahnya, pemerintah sekarang terlalu sibuk mengurusi cicak, buaya dan century...

Kamis, 31 Desember 2009

GUS DUR "SANG PENAKLUK"...

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...
Akhir tahun 2009 kita benar2 diberi cobaan yg berat dengan dipanggilnya 'Bapak Politik Santun' KH Abdurrahman“Addakhil” Wahid ke hadapan Illahi dengan tenang. Ribuan kata takan pernah cukup untuk menuliskan jasa-jasa Almarhum bagi bangsa ini. Pahlawan Nasional rasanya pun masih kurang untuk kita memberi penghargaan kepada Almarhum. Beliau memang tidak pernah meminta balasan apapun untuk orang-orang yang pernah diperjuangkan. Beliau tidak pernah memilih lapisan masyarakat yang akan dibelanya. Semuanya mendapat perjuangan yang sama dari Beliau.
Alm. Gus Dur merupakan 'ikon' yang bagi orang pemasaran sering memakai istilah 'sambil merem aja pasti laku' apabila dilihat sebagai produk/jasa. Secara PLC Beliau rasanya harus dibuatkan 'pola' yang baru karena 'keistimewaannya' meniti bui perpolitikan di Indonesia. Sekarang tugas kita makin berat ke depan untuk menjaga kesatuan bangsa kita. Di saat banyak pihak beusaha meruntuhkan NKRI, Alnarhum tidak bosan-bosan mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan demi jayanya Indonesia. Perjuangan tidak akan berahir Gus...

Selamat jalan GUS DUR...

Selasa, 22 Desember 2009

MAMA YANG TER...

Dari kumpul2 para ibu kowani, kita selanjutnya meneruskan tradisi memperingati hari ibu pada hari ini. Mama, mami, emak, mbokne dan sepenggal panggilan lainnya terus terekam dalam pikiran setiap insan manusia. Berbagai acara, kegiatan ataupun sekedar doa syukur selalu menghiasi perayaan ini.
Memaknai peranan seorang mama hampir menyerupai bayangan seluruh perjalanan hidup kita. Entah berapa ratus kali kita membuat kesalahan, beribu maaf selalu dikeluarkan dari hati tulusnya. Berjuta pengorbanan telah dilakukan, hanya setitik debu pembalasan yang dapat kita berikan.
Akhirnya hanya waktu yang dapat membalas segala kebaikan yang telah Mama berikan. Berusaha belajar darinya, untuk mengarungi kehidupan yang penuh teka-teki. Meniti jalan panjang di depan dengan restunya.
YANG TERHEBAT, TERCANGGIH, TERSAYANG...

Rabu, 09 Desember 2009

HARI ANTIKORUPSI

Hari antikorupsi untuk kesekian kalinya dirayakan oleh berbagai elemen bangsa seperti mahasiswa, lsm, dan juga masyarakat. Peringatan dilaksanakan dalam suasana keprihatinan yang sangat karena terjadinya 'gesekan' sesama penegak hukum yang belakangan beken dgn istilah 'cicak versus buaya'. Terlepas dari adanya konflik kepentingan, sebaiknya para pendekar hukum ini berjalan beriringan untuk memudahkan bangsa ini maju.
Korupsi terjadi jelas karena adanya 'penawaran dan permintaan', karenanya kita sebaiknya mencari titik2 rawan terjadinya kondisi tersebut. Kita telusuri dari hulu hingga hilir permasalahan yg ada sehingga kita bisa memotong jalur yang ada. Dengan terputusnya alur perjalanan menuju tindakan korupsi, diharapkan kita dapat meminimalkan kerugian yg mungkin terjadi.
Untuk mencapai titik nol jelas akan sulit, tetapi kita harus berusaha terus agar antikorupsi menjadi budaya positif yang dimiliki bangsa kita. Pemerintahan yang kuat akan memudahkan langkah kita.
Peringkat korupsi nomor 111 dari 180 negara di dunia menurut Transparency International Indonesia (TII) pada tahun ini, jelas bukan hal yang menggembirakan.

Selasa, 20 Oktober 2009

KITA RESMI PUNYA PRESIDEN LANJUTAN...

Bangsa Indonesia secara resmi hari ini memiliki presiden n wakil yg mereka(60%) pilih pada pilpres 2009. Untuk masa jabatan ini sby dituntut untuk memaksimalkan hasil kerjanya lima tahun yg lewat. Sby diminta mencari terobosan baru utk menghilangkan hambatan2 birokrasi.
Dengan perasaan lebih tenang, dimana publik tidak terlalu melihat 'persaingan terbuka' dgn wakilnya, diharapkan pemerintah bisa langsung 'berlari' dalam menjalankan program kerjanya. Adanya'ancaman' dicopot dalam kurun 3 bulan pertama, bisa membuat para pembantunya segera bergerak.
Meski hari ini mahasiswa gagal menuju senayan, mereka bersama lsm2 yg peduli bangsa diharapkan menjadi 'lawan' yg seimbang bagi pemerintahan yg dinilai beberapa pihak 'super kabinet'. Teriakan2 baik lewat demo ataupun tulisan2 di media harus terus dijalankan. Data n fakta harus terus dikomunikasikan dari,oleh dan untuk publik, sehingga rakyat bisa melihat sepak terjang pilihan mereka.
Selamat melanjutkan kerja, jabatan adalah amanah...

http://www.detiknews.com/read/2009/10/20/103158/1224706/10/resmi-jadi-presiden


Senin, 19 Oktober 2009

AUDISI MENTERI 2009

Setelah mendapat mandat dari kurang lebih 60% rakyat Indonesia melalui 'pilpres satu putaran saja' 2009, sby menggelar 'audisi menteri' . Menteri2 ini diharapkan akan mencapai 'goal' yg telah dirancang tim bentukan sby. Media masa maupun elektronik gencar mengawal audisi dari jam per jam, sambil sibuk memprediksi siapa2 yg akan tiba di cikeas.
Sby pasti bermaksud baik dalam melakukan fit n proper test, yg mana publik diharapkan memberi respon positif terhadap pilihan pembantu beliau untuk bekaerja menjalankan pemerintahan. Masalah timbul disini yaitu ketika sby melakukan audisi menteri, publik lebih melihat peristiwa ini tidak lebih dari 'penghormatan berlebihan kepada Tuannya' bukan sebagai mitra kerja. Jadi jelas masyarakat dipertontonkan 'bagaimana cara mudah mendapatkan jabatan dari Bos'. Hal ini disebabkan karena komunikasi masa itu bisa dilihat dari berbagai sisi.
Kalau pemimpin (departemen) saja begitu, terus anak buah gimana dong ???

http://www.detiknews.com/read/2009/10/19/002609/1223825/10/mirip-indonesian-idol