Rabu, 09 Juni 2010

Ariel Peterporn...

Akhirnya sejenak kita menarik nafas lega setelah sekian lama tidak bisa beranjak dari 'politik' Century. Icon berita yang mampu menggusur adalah Ariel 'sang Playboy'. Mampu bertahan di posisi teratas dengan kata kunci "Ariel Peterporn" selama beberapa jam di sebuah situs jejaring sosial merupakan prestasi luar biasa.
Publik benar-benar digiring oleh media untuk menjauhi substansi masalah yang ada. Distribusi malah dijadikan 'kambing hitam', dimana hal tersebut jelas hanya imitasi dari semuanya. Belakangan hal ini didukung oleh pihak penegak hukum, dimana mereka ingin mengetahui pola penyebaran yang ada.
Kasus ini jelas merupakan bukti nyata bahwa etika masyarakat kita telah bergeser menjauhi bandul etika sosial yang selama ini dipegang erat para pendahulu kita. Pemerintah yang tegas sangat dibutuhkan dalam kondisi rentan seperti sekarang ini.

Senin, 24 Mei 2010

Anas Urbaningrum

Terpilihnya Anas dalam pemilihan ketum PD, berhasil memancing berbagai pihak untuk memberi 'reaksi'. Dengan berbagai saluran yang ada, setiap kata dilontarkan, baik berupa pujian walau tidak sedikit berupa kritikan. Publik terasa sekali berada 'aura' yang bersemangat.
Hal yang jelas terlihat bahwa Anas, bukan menang lewat ATL karena dari sisi sebelah sini jelas dia kalah jauh dari AM. Kalau dari sisi 'restu' SBY, walau sebagian orang tidak mempercayai, tapi SBY dari pidato pengantarnya, mendukung semua kandidat yang maju dalam pemilihan.
Networking, merupakan kata yang harus dibedah untuk membahas kemenangan Anas. Pengalaman berorganisasi, dimana Anas pernah menjabat Ketua Umum PB HMI, pengurus pusat partainya, jelas merupakan sisi yang sangat menentukan keunggulan dia dalam meraih kemenangan. Walaupun mungkin sudah dilupakan orang, tetapi langkah kuda Anas masuk ke Demokrat dari sebelumnya tercatat sebagai anggota KPU yang sebagian anggotanya bermasalah dengan hukum menjadi 'catatan menarik' bagi pemerhati perpolitikan di Indonesia.
Selamat Bung Anas.

Kamis, 15 April 2010

Kerusuhan Koja

Anarki kepada rakyat kembali terjadi di ibukota Jakarta. Sebagai barometer negara jelas situasi ini menjadi perhatian banyak pihak. Penguasa dianggap sewenang-wenang dalam menjalankan kebijakan, tanpa memperhatikan aspek sosial masyarakat.
Penertiban wilayah yang sudah menjadi pekerjaan satpol PP sehari-hari, seharusnya tidak perlu menggunakan kekerasan kepada rakyat. Masyarakat pasti bisa diajak bicara secara baik-baik untuk menemukan solusi. Dengan duduk bersama, kita semestinya mendapatkan hak masing-masing pihak.
Di era marketing 2.0 jelas upaya-upaya menutup-nutupi kejadian tidak akan berhasil. Tayangan 'live' bisa diperoleh dari berbagai sumber. Pemerintah justru harusnya cepat merespon keingintahuan masyarakat dengan bijaksana. Mendudukan masalah dengan sejelas-jelasnya pasti akan mendapat simpati yang luas dari masyarakat. Kerusuhan Koja, pelajaran penting pemda DKI di bidang komunikasi sosial masyarakat.

Jumat, 12 Maret 2010

12 MARET

Setiap tahun berkurang setahun, bertambah pengalaman hidup setahun. Pilihan orang bijak pastilah yang kedua, dimana manusia selalu beruntung akan apa yang diperolehnya.

Setiap hari mengisi lahir dan batin untuk mendapatkan sesuatu yang terlihat ataupun tersirat.
Setiap hari menjalankan kewajiban dan hak untuk meraih kemenangan yang absolut ataupun abstrak.
Setiap hari berusaha untuk mencari sesuatu yang kadang kala ada atau tiada. Berusahalah...

Sabtu, 27 Februari 2010

DIGITALPRENEUR

Infrastruktur telekomunikasi yang semakin baik menunjang 'pengusaha digital' untuk terus lahir, berkembang bahkan menjadi pemain besar di dunia usaha. Kenaikan pengguna facebook di Indonesia yang termasuk tertinggi di dunia membuat mata para penjual mulai serius memperhatikan pergerakan bisnis yang terjadi di sana.
Setidaknya ada 9 bidang bisnis yang perlu diamati (SWA no. 04/XXVI) jejaring dan media sosial, mobile content & advertising, mobile application, business software, game dan animasi, e-commerce,, e-education, e-Gov dan e-payment. Masing- masing bisnis ini berkembang sesuai budaya dan karakternya sendiri.
Yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah seberapa jauh peran pemerintah berkecimpung dalam urusan perkembangan dunia usaha ini. Polemik Kemkominfo baru2 ini rasanya membuat kita pesimis akan kemauan pemerintah. Jadi lebih baik kita katakan "biarkan kami berjalan sendiri" lebih pantas untuk diucapkan.

Kamis, 18 Februari 2010

PolMark Indonesia

Setelah sekian lama menjadi PNS, akhirnya Eep Saefulloh Fatah menceburkan diri dalam 'dunia bisnis' dengan meluncurkan perusahaan konsultan PolMark Indonesia. Dengan maksud untuk berperan aktif mengoptimalkan marketing politik yang menurut Jusuf Kalla belum menemukan orientasi.
Dengan bertahun-tahun menjadi pengamat politik, mempunyai jaringan luas di jagad perpolitikan Indonesia ditambah dukungan keluarga yang lama berkecimpung di dunia media jurnalistik, sepertinya PolMark tidak akan kesulitan mendapatkan 'klien'. Apalagi kabarnya sudah bekerjasama dengan lembaga riset nasional yang sering menjadi acuan dunia marketing di Indonesia.
Mudah-mudahan PolMark Indonesia benar-benar menanamkan pernyataan Jusuf Kalla sebagai cambuk keberhasilannya. "Politik di Indonesia masih menunjukkan nafsu berkuasa" (JK)
Selamat...

Selasa, 16 Februari 2010

FACEBOOK KINI...

Diberitakan dengan semarak seorang gadis belia nekat mendatangi rekan yang dikenalnya via facebook karena tampilan luar yang menarik hatinya. Di lain hari muncul berita seorang penipu cantik mencari korbannya lewat jaringan sosial yang telah memukai banyak orang dibelahan dunia ini. Belum lagi berita protitusi yang beromzet ratusan juta memakai layanan ini.
Jelas berita-berita itu tidak akan menyurutkan masyarakat untuk terus berhubungan, berkomunikasi kadang pula bertukar pengetahuan dengan rekan-rekannya. Nilai plus tampaknya lebih besar dari nilai negatif yang dilahirkan dari jejaring pertemanan ini.
Ada yang sedikit mengganggu adalah bersamaan dengan itu pemerintah lewat Kemkominfo sedang melakukan sosialisasi RUU Konten Multimedia dimana menurut beberapa pihak akan mengkebiri kebebasan berekspresi di dunia maya. Perkiraan mereka, penyelenggara jasa internet (ISP) bisa dijadikan pihak yang paling bersalah apabila didapati hal2 yang dilarang oleh RUU tersebut.
Mudah-mudahan soosialisasi RUU ini tidak berhubungan dengan maraknya berita2 (negatif) di atas. Karena menurut penulis masih banyak cara untuk menyukseskan RUU tersebut. Dan yang lebih penting rakyat akan menerima sesuatu yang baik untuk tujuan yang baik pula.

Senin, 08 Februari 2010

KEBO...

Kerbau merupakan nama hewan peliharaan yang kerap membantu petani untuk menggarap sawahnya sebelum ditanami. Perannya yang dominan jelas sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang kadang hanya memiliki sawah sepetak 'cukup untuk hidup' istilahnya. Binatang ini menjadi 'animal of the week', karena aksinya di bundaran HI mendapat respon negatif dari SBY.
Persepsi merupakan senjata utama untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan kita dalam bertindak. Apapun yang dapat langsung masuk ke jantung hati konsumen, asal tidak dengan cara memaksa merupakan kebanggaan marketer dalam menjajakan produk dan jasanya. Satu langkah terlewati istilahnya.
Untuk melawan pihak yang terang2an di atas angin, jelas diperlukan tingkat kreatifitas yang tinggi untuk 'membujuk' masyarakat berpihak kepada kita. Asal tidak dengan melakukan tindak kekerasan yang massive, sah2 saja kita mempergunakan 'tool' yang ada di sekitar untuk meraih hati masyarakat kita. Bravo SileBaY...

Senin, 01 Februari 2010

KOIN UNTUK SIAPA...

Salah satu cara untuk ikut merasakan perasaan seseorang terhadap masalah yang sedang dihadapinya yakni dengan berderma semampu kita. Menurut kutipan orang orang bijak, berapa pun nilainya jangan diukur dari nominal tapi nilailah dari sisi kemanusiaan.
Koin peduli prita merupakan awal dari perhatian masyarakat luas yang tergugah dengan 'rasa ketidakadilan' yang dianggap telah menjadi 'penyakit bersama' masyarakat terhadap dunia kedokteran dalam hal ini institusi rumah sakit. Hal ini berlanjut dengan Koin cinta Bilqis, yang mana ditujukan untuk membantu biaya operasi Bilqis kurang lebih 1 milyar.
Koin jelas merupakan simbol ketidakmampuan, simbol ketidakperdayaan bahkan kadang kala merupakan simbol kemiskinan. Apapun yang menyertai koin sering kali bermakna kecil, recehan.
Kita sepertinya diajarkan untuk terus meminta2 apabila terkena masalah, bukannya berusaha sekeras mungkin untuk lepas dari masalah tersebut. Tangan dibawah jelas bukan perilaku yang harus terus menerus kita dukung, karena hal tersebut jelas akan membuat bangsa kita makin kecil, recehan dan berserak-serakan dimana-mana tanpa arti...

Jumat, 15 Januari 2010

HARIMAN SIREGAR

Tokoh utama peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari, Hariman Siregar hingga hari ini masih dengan lantang meneriakkan protes2 kepada pemerintah yang dia nilai telah gagal menjalankan mandat rakyat. Hariman dengan Indemo (Indonesian Democracy Monitor)nya terus berusaha menyakinkan rakyat bahwa pemerintahan yang ada sekarang terlalu berlebihan dalam menilai kinerja mereka yang diklaim memuaskan. Jelas terlihat bahwa pemerintah sekarang tidak efektif.(Kompas.com)
Peristiwa Malari yang hingga kini masih terus diperingati, merupakan rekam jejak Hariman yang peduli dengan rakyat banyak. Walaupun ada 'bisik2' yang menyatakan bahwa gerakan mahasiswa waktu itu hanya permainan tingkat elite, tetapi jelas bahwa nahasiswa tidak ingin Indonesia dikuasai oleh modal asing (Jepang-red)
Dilihat dari kondisi sekarang, maka perjuangan itu masih sangat relevan dengan makin sulitnya masyarakat sekarang menghadang produk2 luar. Pemerintah jelas harus bertanggung jawab dengan kondisi ini. Masalahnya, pemerintah sekarang terlalu sibuk mengurusi cicak, buaya dan century...